Tampilkan postingan dengan label dokter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dokter. Tampilkan semua postingan

Buah-buahan yang Boleh di Makan pada Saat Melakukan Diet

Buah-buahan yang Boleh di Makan pada Saat Melakukan Diet. Program DIET (langsing) dilakukan banyak orang terutama kaum wanita untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. progra diet pun banyak dilakukan orang mulai yang biasa sampai yang extrem, mulai dari yang murah sampai yang mengeluarkan biaya yang cukup besar. Ada yang bilang saat sedang diet sebaiknya membatasi asupan buah-buahan yang mengandung kalori dan karbohidrat tinggi. Kabarnya sih bisa bikin berat badan tak kunjung turun. Buah-buahan sendiri sebenarnya merupakan sumber energi dan gizi yang memberikan nutrisi yang dibutuhkan termasuk serat.

Buah meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperbaiki sistem pencernaan, memberikan cahaya pada kulit, dan membuat rambut jadi lebih bercahaya. Diet buah sendiri adalah media detoks yang sangat baik dan solusi penurunan berat badan secara alami tanpa menyebabkan kerusakan tubuh apabila dilakukan dengan benar.

Dan buah-buahan yang mengandung karbohidratpun juga demikian, sebenarnya juga baik untuk tubuh yang sedang diet. Berikut yang perlu diketahui 5 jenis buah-buahan yang boleh dimakan saat Anda sedang berdiet berikut ini:

1. Buah tinggi karbohidrat

Diet dengan buah-buahan yang tinggi akan karbohidrat seperti pisang, plum, pear, buah kiwi, nanas, mangga, anggur juga sebenarnya boleh-boleh saja kok. Buah ini memberikan energi yang dibutuhkan untuk menenangkan pencernaan dan memberikan kadar gula yang diperlukan setelah puasa malam.Buah-buahan ini, apabila dimasukkan ke dalam diet secara teratur bisa membantu program diet Anda.

2. Buah rendah karbohidrat

Diet dengan buah-buahan yang rendah karbohidrat seperti semangka, peach, melon, apel dan pepaya dapat membantu mengontrol suhu tubuh karena kandungan airnya tinggi. Buah ini juga membantu mengusir kolesterol jahat dari tubuh serta menyediakan energi yang diperlukan untuk sistem kardiovaskuler dan syaraf agar berjalan lebih optimal. Buah rendah karbohidrat tidak membuat tubuh memiliki kadar gula berlebih, melainkan membantu membakar kelebihan lemak dan menurunkan berat badan.

3. Buah jeruk dan berry-berryan

Diet buah jeruk dan berry-berryan seperti raspberry, blackberry, cranberry, strawberry dan lain sebagainya adalah diet buah yang menyediakan karbohidrat minimal. Buah-buahan jenis tersebut membantu gerakan usus secara alami sehingga bersifat sebagai detoks dan menghilangkan racun serta bahan yang tidak tercerna di dalam tubuh.Ia juga berfungsi membersihkan darah dan memperkuat sistem kardiovaskular yang membantu meningkatkan kesehatan jantung, menghilangkan kolesterol jahat serta meningkatkan metabolisme pencernaan.

4. Buah-buahan kering

Buah kering seperti kismis, kurma dan prune apabila ditambahkan dalam diet dengan jumlah kecil akan menjadi sumber vitamin, mineral dan energi yang baik. Membantu membakar kelebihan lemak dan mengurangi kolesterol serta membantu penurunan berat badan yang sehat. Selain itu, ia juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

5. Buah-buahan berair

Buah berair contohnya seperti semangka, blewah, melon, dan lain sebagainya, memiliki banyak kandungan air dan karbohidrat. Memberikan hidrasi yang sangat baik bagi pencernaan dan energi secara instan.Buah-buahan berair ini juga dibutuhkan pencernaan sebagai sekresi racun yang efektif, sehingga membantu detoks dan penurunan berat badan secara sehat.

Berbagai Manfaat dari Padi Liar, Beras Merah dan Cokelat

Berbagai Manfaat dari Padi Liar, Beras Merah dan Cokelat. Beras (Nasi) merupakan makanan pakok yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia yang memiliki kandungan Karbohidrat yang baik untuk tubuh dan tenaga. Bahkan di Indonesia, ada ungkapan yang mengatakan, "belum makan kalau belum makan nasi." Padahal diketahui, makanan pokok bisa juga berasal dari kentang, gandum, ubi, dan panganan berkarbohidrat lain.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dari kebiasaan makan nasi. Kendati demikian, menurut studi tahun 2012 dari peneliti asal Harvard, orang yang makan nasi putih lebih sering memiliki risiko diabetes tipe 2 yang lebih tinggi daripada mereka yang lebih jarang. Karena itulah, para peneliti menyarankan untuk mengganti nasi putih dengan nasi coklat yang merupakan biji-bijian utuh dengan kandungan serat yang lebih banyak, serta dapat mengurangi risiko diabetes.

Ada banyak varietas beras yang memiliki manfaat serupa dan dapat dicoba, antara lain beras hitam, cokelat, bahkan padi liar. Berikut manfaat dari ketiganya.

1. Padi liar
Jika beras putih dan beras merah termasuk dalam bergenus Oryza, maka padi liar termasuk ke dalam genus Zizania, meskipun masih dalam satu suku Oryzeae. Padi liar dijumpai di air dangkal dan aliran yang mengalir perlahan. Padi liar mengandung protein, serat, potasium, magnesium, dan niasin yang lebih tinggi dari beras coklat dan 30 kali lebih tinggi kandungan antioksidannya dibandingkan beras putih. Sejatinya, padi liar tidak menghasilkan beras, namun biji-bijian dari rerumputan semiakuatik.




2. Beras merah
Beras merah dikenal juga dengan istilah beras ungu atau beras hitam. Menurut sebuah studi, beras merah mengandung kadar antioksidan yang lebih tinggi daripada bluberi atau brokoli. Beras merah merupakan beras yang pada aleuronnya mengandung gen yang memproduksi antosianin yang merupakan sumber warna merah atau ungu. Jika dibandingkan dengan beras putih, kandungan karbohidrat beras merah lebih rendah, namun menurut penelitian, nilai energi yang dihasilkan beras merah justru di atas beras putih. Selain itu, beras merah lebih kaya serat dan protein. Kendati demikian, beras merah berbeda dengan ragi beras merah, bahan utama dari suplemen penurun kolesterol.

Perbedaan Beras Merah dan Beras Putih

Sering orang mengira bahwa beras merah dan beras putih dihasilkan dari tanaman padi jenis yang sama. Perbedaannya hanya pada proses pengolahannya. Jika beras putih adalah beras yang dihasilkan dari proses penggilingan, sementara beras merah adalah padi yang ditumbuk untuk proses pemecahan kulit atau sekamnya. Yang sebenarnya adalah beras merah dan beras putih memang dihasilkan oleh tanaman padi dari varietas yang berbeda. Meskipun dari kandungan nutrisi beras merah lebih baik dari pada beras putih, pemerintah belum banyak memberikan perhatian terhadap pengembangan padi beras merah. Dari 180-an varietas padi unggul yang dikembangkan oleh deptan, hanya satu saja yang berupa varietas padi beras merah, yaitu varietas Bahbutong.

Manfaat Kesehatan Beras Merah dibanding Beras Putih

Perdebatan beras merah vs beras putih biasanya merujuk pada manfaat kesehatan beras merah. Berikut adalah beberapa perbedaan antara beras merah dan beras putih yang telah dibuktikan dasar ilmiahnya :
  1. Beras merah mengandung lebih banyak serat daripada beras putih. Jadi, beras merah lebih memiliki manfaat untuk kesehatan pencernaan. Akan tetapi, serat ini jugalah yang membuat banyak orang yang sudah terbiasa makan nasi putih merasa janggal makan nasi merah.
  2. Beras merah indeks glikemiknya lebih rendah dibandingkan beras putih. Indeks glikemik menunjukkan seberapa cepat makanan diserap menjadi gula darah. Hal ini membuat beras merah sering disarankan untuk penderita diabetes karena tidak membuat kadar gula darah cepat naik.
  3. Beras merah mengandung karbohidrat kompleks, sedangkan beras putih mengandung karbohidrat sederhana. Karbohidrat kompleks tidak akan membuat kadar gula darah naik drastis dan bisa membuat kita merasa kenyang lama. Karena itu, nasi merah sering disarankan untuk diet agar orang tidak makan berlebihan.
  4. Beras merah memiliki kandungan nutrisi ekstra seperti vitamin B6, seng, dan zat besi. Ketiga zat ini memiliki fungsi perlindungan dari efek buruk radikal bebas akibat stress dan polusi, meningkatkan kemampuan penyembuhan luka dan penyakit, meningkatkan produksi sel darah merah dan secara umum membuat tubuh lebih bertenaga.
Tips Mengonsumsi Beras Merah

Walaupun segala perdebatan beras merah vs beras putih semua merujuk pada keunggulan beras merah, namun masih banyak orang yang menganggap konsumsi beras merah lebih merepotkan. Selain rasanya yang dianggap kurang enak, beras merah cenderung lebih sulit diperoleh daripada beras putih dan lebih mahal. Cara menyiasatinya adalah dengan membeli beras merah dan beras putih ketimbang hanya beras putih melulu. Untuk menghemat serta membiasakan lidah, Anda bisa memasak nasi merah untuk makanan utama yaitu makan siang, sementara nasi putih dimasak dalam porsi lebih sedikit untuk makan malam. Atau, makan nasi putih 2 hari sekali saja.

3. Beras coklat
Beras coklat adalah beras yang hanya dihilangkan sekamnya, namun tidak dipoles menjadi beras putih. Beras coklat dan beras putih memiliki kandungan kalori, protein, dan lemak yang sama seperti beras putih. Hanya saja, beras coklat lebih banyak kandungan seratnya sehingga memiliki indeks glikemik yang lebih rendah. Fitonutrien dalam beras coklat berkaitan dengan penurunan risiko kanker, diabetes, dan penyakit jantung. Karena merupakan biji utuh, lemak dari beras coklat bisa membusuk, maka penyimpanannya pun perlu di tempat yang kering dan sejuk untuk memperlama usianya.

Kebiasaan Buruk Dapat Membuat Kerusakan Kulit

Kebiasaan Buruk Dapat Membuat Kerusakan Kulit. Memiliki kulit lembab, bersih, dan bercahaya, tentunya menjadi impian semua orang khususnya kaum Hawa/Wanita. Namun, tidak semua orang terlahir dengan hormon kulit yang sempurna. Beberapa dari kita ada yang memiliki gen kulit berjerawat, flek hitam, dan masalah kulit lain.Di sisi lain, ada juga yang kulitnya bermasalah disebabkan karena jarang melakukan perawatan kulit.Berikut ini kebiasaan buruk yang mudah membuat kulit Anda rusak.

1. Hindari yang “Berlebihan”

Pada dasarnya segala sesuatu yang berlebihan tidak baik. Misalnya, terlalu banyak mengkonsumsi gula, garam, kafein, dan minuman keras. Menurut Fredric Brandt, dermatolog di New York City, alkohol dapat membuat kulit dehidrasi sehingga jadi mudah kusam dan berjerawat.Jika Anda sering menghadiri pesta atau acara minum-minum, ada minuman yang wajib Anda hindari, yakni minuman manis yang dicampur (sugary mixer) dan makanan penutup."Makanan bergula dapat memecah kolagen dan elastin di kulit sehingga menyebabkan kulit kusam dan keriput dari waktu ke waktu," kata Brandt.


2. Exfoliator Berpasir

Peluruhan sel kulit mati tidak seharusnya menyakiti. Jika scrub membuat kulit tersengat atau merah dan berjerawat, sebaiknya hindari saja karena itu pertanda minyak alami pada kulit Anda ikut terangkat. Scrub berpasir (yang seringkali mengandung exfoliators alami kasar seperti kernel atau biji) memang dapat menyebabkan iritasi dan peradangan yang mengarah ke pori-pori tersumbat dan bahkan bintik-bintik coklat juga keriput.Gunakan exfoliator lembut dengan microbeads atau gula sekali atau dua kali dalam seminggu.

3. Terlalu Sering Membersihkan Wajah

Wajah yang terlalu bersih ternyata tidak sehat juga, loh. Jika kulit Anda kering, hindari mencuci wajah terlalu sering. Cukup mencuci wajah dengan sabun wajah (berbasis minyak) di malam hari dan membasuhnya dengan air saja di pagi hari.  “Itu akan membantu kulit Anda tetap lembab. mempertahankan lebih dari minyak pelembab Anda sendiri," kata Ellen Marmur, dokter kulit di New York City.


4. Mengganggu Jerawat

Jangan terlalu sering memegang, menekan, atau bahkan memecahkan jerawat Anda. Cukup gunakan pembersih asam salisilat dengan bahan-bahan pelembab, seperti kedelai, di malam hari.Atau Anda bisa mencoba pembersih yang mengandung 2,5 persen benzoil peroksida.

5. Kurang Tidur

Kurang tidur dapat membuat kulit Anda kusam dan mengeluarkan garis-garis halus (khususnya di sekitar mata). "Kondisi ini dapat pulih jika Anda melakukannya sesekali, terutama jika usia Anda masih muda," kata Amy Wechsler, seorang dokter kulit di New York City.Jika Anda mengalami kesulitan tidur, hindari menonton televisi (sebagian orang menganggap menonton dapat membantunya tertidur). Melatonin adalah hormon yang membuat kita mengantuk dan mengatur ritme sirkadian kita. Phyllis Zee C, direktur Sleep Disorders Center di Northwestern Memorial Hospital di Chicago, mengatakan, jika tingkat melatonin drop dan ritme sirkadian Anda bermasalah, sel-sel kulit Anda tidak dapat membalik secara efisien sehingga menyebabkan lebih banyak keriput dan kusam dari waktu ke waktu.Akan lebih baik jika Anda memilih mandi air hangat sebelum tidur, itu jauh lebih baik untuk mendorong Anda tidur.

6. Tidak Tidur dengan Cerdas

Mungkin bagi Anda, tidur cukup hanya dengan memejamkan mata. Tapi ternyata, tidur pun harus cerdas, loh. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah sarung bantal.
Pada sarung bantal terdapat banyak minyak, sel kulit mati, bakteri, dan krim malam yang berasal dari wajah Anda.Jadi, usahakan untuk mengganti sarung bantal Anda setidaknya sekali seminggu. Dan jika Anda tidur dalam ruang yang berpendingin, sebaiknya Anda sering minum air putih agar kulit Anda tidak kering dan keriput.

7. Tabir Surya

Mengolesi seluruh wajah dengan tabir surya (SPF) sangatlah baik, tetapi jangan lupa untuk mengoleskannya ke seluruh bagian wajah dengan baik. "Sering terjadi epidemi kanker kulit di sepanjang garis rambut, rahang, dan telinga," kata Dennis Gross, seorang dokter kulit di New York City. Oleskan tabir surya spektrum luas (SPF 30 atau lebih tinggi) di seluruh wajah yang mudah terkena sinar matahari dari atas hingga ke bagian leher bawah.


8. Membersihkan Wajah dengan Tisu Basah

Mencuci wajah sebelum tidur dengan tisu basah dapat menyebabkan kulit wajah Anda sakit atau perih. Tidak hanya itu, ternyata prosedur itu juga membuat wajah tidak bersih sempurna. Sisa kotoran justru membuat kulit menjadi mudah berjerawat dan rusak. Jadi, ada baiknya Anda membersihkan wajah dengan sabun pembersih.

9. Cek Bintik Hitam (mole)

Cek setiap bagian tubuh Anda, adakah bintik hitam (mole) yang tiba-tiba di sana. "Perhatikan setiap sudut atau celah yang jarang terlihat,” kata Patricia Wexler, ahli dermatologi di New York City.Kadang, bintik hitam itu timbul sebagai pertanda masalah kulit.

10. Merokok

Sebaiknya, tidak hanya demi kulit wajah tetap sehat saja Anda berhenti merokok, tapi juga demi kesehatan tubuh Anda juga. Merokok dapat memecah serat elastis kulit (yang membuat kulit perokok tampak kuning). “Selain itu, juga bertanggungjawab atas kemogokan kolagen (menyebabkan keriput),” kata Francesca Fusco, seorang dokter kulit.

Paling Dilihat